JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sebanyak 8 orang tewas akibat kerusuhan 22 Mei di beberapa kawasan di Jakarta. Anies mengatakan mereka yang tewas dari berlatar belakang beragam.
Sebelumnya Anies menyebutkan sebanyak 6 orang tewas karena kerusuhan 22 Mei. Anies pun belum menyebutkan dengan lengkap identitas mereka.
“Yang meninggal jumlahnya 8 orang,” kata Anies di Jalan MH Thamrin di depan Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (23/5/2019).
Sebanyak 257 orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya karena terlibat aksi kericuhan 21-22 Mei 2019 di tiga daerah berbeda di Jakarta.
Dari tangan pelaku pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti seperti HP, cerulit, petasan dan mercon.
Sebelumnya diberitakan, massa aksi 22 Mei 2019 di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, bentrok dengan aparat kepolisian, setelah selesai salat berjemaah, Rabu (22/5/2019) malam.
Dikutip Suara.com, bentrokan dipicu oleh sekelompok orang dari arah Jalan Abdul Moeis melempari polisi memakai botol air mineral.
Setelah itu, bentrok terjadi, aparat membalas melempari massa memakai botol air mineral. Massa lantas melempari polisi memakai kembang api. Tak hanya itu, pendemo juga melemparkan bambudan batu.
Pendemo membakar spanduk di tengah jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).
Polisi menyerukan para pendemo 22 Mei berhenti untuk melemparkan benda. Massa diminta untuk mundur dan bubarkan diri.
Sosmed Memanas Tagar #JokowiMundurlah Menggema
Sementara itu di Facebook maupun Twitter meski pemerintah berhasil membatasi Socmed WhatsApp dan Instagram, namun antusias warganet untuk terus mengecam jatuhnya korban dalam aksi 21 hingga 22 Mei kemarin terus menjadi trending topic.
Tagar #JokowiMundurlah terus bergema di jagad dunia maya. Warganet yang rerata pendukung Prabowo-Sandi meneriakkan perlawanan lewat gadget yang dimiliki. Mereka menuntut Presiden Jokowi bertanggungjawab atas jatuhnya paling sedikit 8 korban jiwa dan ratusan orang yang terluka akibat aksi menuntut Pemilu 2019 yang Jujur dan Adil tanpa kecurangan.
Hingga pukul 16.50 Wita netizen terus mengalir menyuarakan aspirasinya agar presiden Joko Widodo legowo meletakkan jabatan seperti Suharto di tahun 1998.
https://twitter.com/rumijombang/status/1131470130032996353
Bahkan ada yang membandingkan gejolak massa 21-22 Mei dengan kasus Ahok
https://twitter.com/newbie0217/status/1131443555564523520
(*)
Aksi di Makassar, Massa Desak Jokowi Didiskualifikasi
#JokowiMundurlah #JanganRusuhJagaIndonesiahttps://t.co/Jmi6o7zns5— GELORA NEWS (@geloraco) May 23, 2019





