KAHMI Luwu Utara Gelar Dialog Harga Sawit Anjlok di Tengah Panen Raya

Luwu Utara, mediaduta.com — Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Luwu Utara menggelar dialog membahas anjloknya harga kelapa sawit di tengah puncak panen raya. Kegiatan ini berlangsung di Warkop Deng Azis Masyarakat, Selasa (21/4/2026) malam.

Dialog yang mengangkat tema “Sawit: Antara Panen Raya dan Harga” ini merupakan respons atas keresahan masyarakat, khususnya para petani sawit di Luwu Utara.

Bacaan Lainnya

Dikegiatan ini Erwin S. Wijaya selaku Formatur dan Zulkifli Baso Amir selaku Mide Formatur.

Di satu sisi, produksi kelapa sawit meningkat signifikan dengan capaian sekitar 24 ribu kilogram per hektare. Namun di sisi lain, harga justru mengalami penurunan drastis, bahkan pembeli sulit ditemukan.

Situasi tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai berbagai keluhan dari masyarakat.

Melihat kondisi ini, KAHMI Luwu Utara berinisiatif menghadirkan forum dialog sebagai ruang diskusi untuk mencari solusi bersama.

Sejumlah narasumber diundang untuk memberikan pandangan dan masukan terkait persoalan tersebut.

Ketua Apkasindo Kabupaten Luwu Utara, Rafiuddin, mengatakan bahwa dialog ini akan fokus pada tiga isu utama yang berkaitan dengan harga sawit di daerah tersebut.

“Malam ini kita akan membahas tiga hal terkait dengan harga sawit yang ada di Kabupaten Luwu Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Luwu Utara, Amir Mahfud, menilai pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) seharusnya turut hadir dalam forum tersebut agar persoalan harga dapat dibahas secara komprehensif.

“Harusnya PKS hadir di sini untuk duduk bersama membahas harga kelapa sawit. Jangan kita lepaskan harga kelapa sawit, termasuk bibit kelapa sawit,” tegasnya.

Kabid perkebunan Kabupaten Luwu Utara, Arifuddin menjelaskan bahwa di Luwu Utara ada sekitar 32 ribu hektare kebun kelapa sawit.

“Sebelum ada PKS di Luwu Utara, ada sekitar 17 ribu hektare kebun sawit namun berjalannya waktu, sampai hari ini kebun kelapa sawit di Luwu Utara mencapai 32 ribu hektare,” terangnya.

Dialog ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret guna menstabilkan harga sawit serta memberikan kepastian bagi petani di tengah melimpahnya hasil panen.

Pos terkait