Viral di Facebook, Ayah Tiri di Malangke Diduga Aniaya Anak Hingga Lebam, Warganet Desak Polisi Bertindak

Luwu Utara, mediaduta.com — Sebuah postingan di media sosial Facebook mendadak viral setelah mengungkap dugaan kasus penganiayaan terhadap seorang anak oleh ayah tirinya, Kamis (16/4/2026) malam.

Postingan tersebut dibagikan oleh akun bernama Fani dan menuai perhatian luas dari warganet.

Baru satu jam diposting, postingan tersebut sudah di share sebanyak 46 kali, 60 komentar dan 26 like.

Dalam unggahannya, Fani menyebut bahwa video dan informasi tersebut telah diunggah atas izin dari pihak keluarga korban.

Diketahui korban merupakan warga Dusun Makitta, Desa Salekoe, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara.

Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi sang anak yang disebut kerap menjadi korban kekerasan fisik.

“Sudah keterlaluan sekali, kasihan ini anak. Sedikit saja melakukan hal yang tidak menyenangkan di mata ayah tirinya, langsung dipukul, entah pakai tangan atau benda seperti sapu,” tulisnya dalam postingan tersebut.

Disebutkan pula bahwa korban mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh, termasuk benjolan di dahi serta memar di area mata. Bahkan, kondisi mata korban disebut memerah hingga mengkhawatirkan.

Selain kekerasan fisik, korban juga diduga kerap mendapatkan perlakuan kasar secara verbal dari pelaku. Hal ini dinilai dapat berdampak pada kondisi psikologis anak dalam jangka panjang.

Postingan tersebut juga berisi permintaan kepada pihak berwenang, khususnya aparat kepolisian di wilayah Luwu Utara, seperti Polsek Malangke dan Polres Luwu Utara, untuk segera turun tangan dan menindaklanjuti kasus tersebut.

Warganet yang melihat unggahan tersebut turut mengecam tindakan kekerasan terhadap anak dan mendesak agar pelaku segera diproses hukum.

Banyak di antaranya juga berharap adanya perlindungan khusus bagi korban agar tidak kembali mengalami kekerasan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kebenaran maupun tindak lanjut atas dugaan kasus tersebut.

Namun, kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan, terutama di lingkungan keluarga.

Pos terkait