Mamasa, Mediaduta — Program pupuk gratis yang digagas Pemerintah Kabupaten Mamasa justru menimbulkan keresahan di kalangan petani. Proses pencairan bantuan yang mengharuskan pembukaan rekening di Bank Sulselbar Mamasa dikeluhkan karena berjalan lambat dan rumit, Senin, (6/10/2025).
Sejumlah petani mengaku harus bolak-balik ke bank selama berhari-hari hanya untuk membuka rekening. Mereka menilai pelayanan yang lambat membuat program pupuk gratis terasa memberatkan.
Seorang ketua kelompok tani mengaku sudah tiga hari mendatangi Bank Sulselbar Mamasa, namun urusannya belum juga selesai.
“Saya sudah habis biaya ratusan ribu untuk urus ini, tapi sampai sekarang belum berhasil buka rekening,” ujarnya, Senin (5/10/2025).
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang petani di kantor Bank Sulselbar Mamasa.
Awalnya, hanya satu petugas yang melayani ratusan berkas kelompok tani. Pihak bank kemudian menambah satu petugas lagi, namun hal itu belum mampu mempercepat proses pelayanan.
Kondisi tersebut sempat memicu protes dari salah seorang anggota kelompok tani kepada petugas keamanan bank.
“Saya sudah dari pagi menunggu, tapi jangan sampai saya tidak dilayani lagi karena nomor antrian saya urut 60,” ujarnya dengan nada kesal di depan petugas satpam.
Para petani juga menyoroti lemahnya koordinasi antara Dinas Pertanian Mamasa dan pihak bank. Mereka menilai, ketidaksiapan sistem administrasi membuat program yang seharusnya membantu justru menambah beban.
“Hari ini seharusnya saya di sawah, bukan di bank. Katanya pupuk gratis, tapi kenyataannya malah keluar biaya dan tenaga,” keluh seorang petani lainnya.
Mereka berharap pemerintah daerah turun tangan memperbaiki mekanisme pencairan agar bantuan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh petani.
“Petani tugasnya bertani, bukan urus surat dan rekening. Kalau mau bantu, tolong jangan persulit,” ujar seorang petani dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bank Sulselbar Mamasa maupun Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa terkait keluhan tersebut.
Namun, sejumlah petani berharap pelayanan dapat segera diperbaiki agar penyaluran pupuk gratis tidak kembali menimbulkan keresahan.





