Luwu Utara, MediaDuta — Suasana haru mewarnai pembukaan Konferensi Cabang dan Musyawarah Kohati Cabang Luwu Utara yang digelar di Aula Hotel Remaja, Kamis (27/11/2025).
Pada kesempatan tersebut, Ketua KOHATI Cabang Luwu Utara, Anggi, menyampaikan sambutan terakhirnya sebelum mengakhiri masa jabatan.
Dalam momen penuh emosi itu, Anggi berbicara bukan sekadar sebagai ketua organisasi, tetapi sebagai perempuan yang telah melalui proses panjang pembelajaran, perjuangan, dan pendewasaan di tubuh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Ia mengenang pesan almarhum seniornya, Abdul Muhaimin, yang menjadi pegangan selama kepemimpinannya.
“Hidup laksana aksara, setiap huruf memerlukan huruf lainnya untuk merangkai sebuah kata. Tanpa seorang teman kita bukanlah siapa-siapa, maka mengakarlah kebaikan dan tumbuh suburlah kerendahan hati,” tuturnya mengenang sosok yang sangat dihormatinya itu.
Anggi menegaskan bahwa KOHATI bukan hanya ruang perjuangan tetapi juga “laboratorium hidup” bagi perempuan HMI tempat untuk tumbuh menjadi perempuan tangguh yang tetap berdiri meski rapuh, dan terus melangkah meski sering melalui jalan sunyi.
Ia juga menyoroti capaian besar KOHATI dan HMI Cabang Luwu Utara sejak terbentuk, termasuk keberhasilan menyelenggarakan LK2 dan LKK tingkat nasional.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata konsistensi dan keberanian kader di daerah.
“Kita lahir dari cabang persiapan, perjalanan panjang yang penuh kesabaran dan keberanian. Namun kita telah membuktikan bahwa dari ruang yang nyaris tidak ada, kita mampu mewujudkan mimpi itu. Yakin usaha sampai, sebab setiap perjuangan akan menemukan jalannya,” ujarnya.
Menjelang akhir sambutan, Anggi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membersamai perjalanannya mulai dari Bupati dan Ibu Bupati Luwu Utara, para senior, hingga Ketua Umum HMI Cabang Luwu Utara yang menurutnya selalu hadir menguatkan kader perempuan.
Ia kemudian menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh kader yang hadir.
“Jadilah pelaku sejarah dan ukirlah sejarahmu sendiri, sebab hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan. Dan jika proses adalah luka, maka bertahan adalah bentuk cinta yang paling liar,” ucapnya disambut haru para peserta.
Acara tersebut ditutup dengan doa dan harapan agar kepengurusan selanjutnya mampu membawa HMI dan KOHATI Cabang Luwu Utara terbang lebih tinggi, lebih indah, dan lebih aman.





