Dorong Sektor Pertanian Jadi Prioritas, Hikmah Lutra: Pemuda Jangan Malu Jadi Petani

Luwu Utara, mediaduta.com – Himpunan Kerukunan Mahasiswa Luwu Utara (Hikmah Lutra) memperingati milad ke-18 dengan menggelar dialog publik bertema “Luwu Utara dalam Peta Geopolitik Sulawesi Selatan”, Selasa (27/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu warung kopi di Jalan Dg. Aziz itu menghadirkan Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, perwakilan Polres Luwu Utara, serta Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Luwu Utara, Hendra Al Ghafur.

Dalam forum tersebut, Hendra Al Ghafur yang juga pendiri Hikmah Lutra menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian. Ia mengajak mahasiswa, khususnya kader Hikmah Lutra, untuk tidak malu menjadi petani.

Menurutnya, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan dan pariwisata merupakan potensi unggulan Luwu Utara yang dapat meningkatkan daya saing daerah, jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

“Pemuda Luwu Utara, mahasiswa tidak boleh malu menjadi petani,” tegas Hendra.

Ia menjelaskan, Luwu Utara memiliki potensi pertanian yang besar dan strategis untuk dikembangkan, sehingga mampu memberikan nilai tambah dalam konteks geopolitik Sulawesi Selatan. Selain itu, sektor pertanian juga dinilai mampu membuka lapangan kerja dan menjadi sumber utama ekonomi masyarakat.

Hendra juga menyoroti pentingnya pengelolaan pertanian secara terintegrasi, mulai dari pembibitan, penentuan lahan, hingga pengolahan hasil dan limbah.

Ia mencontohkan limbah kelapa sawit yang dapat diolah menjadi pupuk organik, serta limbah tanaman pisang dan kotoran ternak yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

“Semua potensi pertanian yang ada di Luwu Utara sangat berpeluang meningkatkan nilai tawar daerah di Sulawesi Selatan jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kunci utama kemajuan sektor pertanian terletak pada kesiapan generasi muda serta dukungan pemerintah dalam menyediakan fasilitas dan pembinaan.

“Kuncinya adalah pemuda siap bertani dan pemerintah menyiapkan fasilitasnya. Jika itu berjalan, maka Luwu Utara akan diperhitungkan, baik dari sisi SDM maupun ekonomi,” tutup Hendra.

Pos terkait