Makassar, Mediaduta.com – Mantan pimpinan DPRD Sulawesi Selatan, Syaharuddin, menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya penganggaran maupun pembahasan terkait pengadaan bibit nanas yang saat ini tengah menjadi sorotan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya polemik dugaan korupsi dalam program pengadaan atau distribusi bibit nanas yang diduga menggunakan anggaran daerah.
Syaharuddin menegaskan, selama dirinya menjabat sebagai unsur pimpinan DPRD Sulsel, tidak pernah ada pembahasan khusus maupun pengambilan keputusan terkait program tersebut di tingkat pimpinan.
“Saya tidak pernah mengetahui, apalagi membahas soal anggaran bibit nanas itu di unsur pimpinan DPRD,” tegasnya, kepada awak media, Sabtu (18/4/2026).
Kasus ini menjadi perhatian luas karena menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dan mekanisme pengelolaan anggaran daerah. Terlebih, jika program tersebut benar menggunakan dana publik dalam jumlah besar.
Sejumlah pihak pun mendorong agar instansi terkait melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur dalam proses penganggaran maupun pelaksanaannya.
Diketahui, kasus ini semakin mencuat setelah adanya informasi terkait penahanan Penjabat (PJ) Gubernur Sulawesi Selatan dalam dugaan korupsi pengadaan bibit nanas dengan nilai mencapai Rp60 miliar.
Hingga saat ini, proses hukum masih terus berjalan dan publik menanti kejelasan serta transparansi dari pihak berwenang.
(Mano)





