Akhir Penantian 80 Tahun, Listrik Pertama Kali Menyala di Kecamatan Pana Mamasa

Media Duta, MAMASA – Penantian panjang masyarakat Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, selama hampir delapan dekade akhirnya terjawab. Untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, wilayah tersebut resmi menikmati aliran listrik.

Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, meresmikan jaringan listrik perdana di Desa Salutambun Ulusalu, Kecamatan Pana, Rabu (22/10/2025). Peresmian ini menjadi momen bersejarah sekaligus penuh haru bagi warga yang selama 80 tahun hidup tanpa penerangan listrik.

Kecamatan Pana tercatat sebagai salah satu wilayah terakhir di Kabupaten Mamasa yang baru teraliri listrik pada tahun 2025, di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mamasa, Welem Sambolangi–H. Sudirman.

Acara peresmian tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mamasa serta perwakilan PLN Mamasa.

Dalam sambutannya, Bupati Mamasa Welem Sambolangi menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya program kelistrikan yang selama ini dinantikan masyarakat.

“Saya menyampaikan selamat kepada masyarakat yang hari ini akhirnya dapat menikmati jaringan listrik yang disediakan oleh negara,” ujar Welem.

Ia menegaskan, kehadiran listrik di Kecamatan Pana merupakan jawaban atas doa dan aspirasi masyarakat yang telah disuarakan selama bertahun-tahun, sekaligus wujud kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah. Keluh kesah masyarakat akhirnya terjawab, dan pemerintah hadir untuk kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat Pana,” tegasnya.

Jaringan listrik yang diresmikan mencakup lima desa, yakni Desa Ulusalu, Ulusalu Indah, Sapan, Saloan, dan Desa Salutambun.

Bupati Welem juga menekankan bahwa penyediaan listrik di wilayah terpencil bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan tanggung jawab moral seorang pemimpin.

“Apapun alasannya, listrik harus menyala di Salutambun. Jika ada persoalan, itu adalah tugas pemerintah untuk menyelesaikannya,” katanya.

Peresmian jaringan listrik ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam membuka keterisolasian wilayah, mendorong aktivitas ekonomi, pendidikan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah pegunungan.

“Ini adalah beban moril dan tanggung jawab kami sebagai pemimpin di Kabupaten Mamasa,” tutup Welem, disambut sorak dan tepuk tangan warga.

Pos terkait