PALOPO — Rencana perusahaan penyedia air minum, PAM TM atau Perusahaan Air Minum Tirta Mangkaluku untuk menaikkan tarifnya rupanya akan berjalan alot. Tidak semua anggota DPRD Palopo sependapat dengan niat perusahaan air ledeng milik Pemkot Palopo itu.
Dalam acara rapat konsultasi Kamis 20 Desemberi 2018, Wakil Ketua DPRD Palopo, Hj Hasriani mengaku masih berpikir untuk bisa menyetujui rencana kenaikan tarif yang berkisar 25% itu. Legislator Gerindra itu menyampaikan di sela-sela rapat saat ditemui Media Duta Online mengaku punya pendapat pribadi dan belum merupakan suara DPRD keseluruhan, bahwa kehidupan masyarakat saat ini masih susah.
“Masyarakat kita masih susah, ekonomi belum terlalu bagus, jangan sekarang, tapi ini baru pendapat pribadi, karena kita belum dengar secara tuntas penjelasan pihak PAM TM, kita tunggu saja” ucap Hasriani jelang break salat Duhur.
Lanjut Hasriani, salah satu contoh yang paling nyata adalah para nelayan kita yang hidupnya masih sulit sejak Menteri Susi ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
“Kami lihat ekonomi rakyat saat ini, kenaikan tarif semua lini terjadi, mulai dari tarif dasar listrik, bbm dan sebagainya, ini memicu inflasi, walaupun kita juga ketahui bahwa memang sejak 2013 atau sudah 6 tahun PAM TM belum pernah menaikkan tarif, tapi mungkin pelan-pelan, bertahap, waktunya diatur, supaya rakyat tidak kaget,” sebutnya sambil geleng-geleng kepala.(**)





