Akses Tiga Desa di Mehalaan Terputus, Jembatan Ambruk dan Pelajar Pertaruhkan Keselamatan

Mamasa, 14 Februari 2026 — Akses penghubung tiga desa di Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, terputus total setelah jembatan utama yang selama ini digunakan warga dilaporkan ambruk. Infrastruktur tersebut merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan Desa Botten, Desa Kondo, dan Desa Passembu.

Putusnya jembatan berdampak langsung pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Aktivitas ekonomi warga, khususnya distribusi hasil pertanian, mengalami hambatan. Selain itu, akses menuju fasilitas kesehatan dan pelayanan dasar lainnya ikut terganggu karena tidak tersedia jalur alternatif yang layak.

Situasi yang paling mengkhawatirkan terjadi pada kalangan pelajar. Demi tetap mengikuti kegiatan belajar, anak-anak terpaksa menyeberangi sungai setiap hari. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama saat curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air meningkat dan arus sungai menjadi lebih deras.

Kecemasan pun dirasakan para orang tua. Sebagian memilih menahan anak-anak mereka di rumah demi menghindari risiko kecelakaan. Jika kondisi ini terus berlangsung, dikhawatirkan akan berdampak pada kelangsungan pendidikan di wilayah tersebut.

Warga dari tiga desa terdampak meminta pemerintah segera mengambil langkah tanggap darurat. Pembangunan jembatan sementara dinilai mendesak untuk menjamin keselamatan warga, sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keselamatan anak-anak kami dan kelangsungan hidup masyarakat. Jembatan ini adalah urat nadi kehidupan tiga desa,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Menurut warga, keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi jalur utama untuk aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan akses layanan publik. Tanpa penghubung itu, masyarakat berisiko terisolasi dan masa depan generasi muda terancam.

Masyarakat berharap pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat dapat segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan mengambil kebijakan cepat guna memulihkan konektivitas wilayah serta menjamin keselamatan para pelajar dan warga secara umum.

Pos terkait